Jumat, 13 April 2012

Saajaak

Sebuah obat berbentuk sajak
Ku ramu tuk menawarkan racun
Yang tak berwarna dan tak berbentuk
Yang membuat gila atau sekedar mabuk
Yang berada di ujung panah kehitaman
Yang dillepaskan dari busur kemerahmudaan

Setengah tubuhku lumpuh
Lemas tak bertenaga
Setengah sadar setengah gila
Sekejap ku kehilangan kesadaran
Sekejap ku memikirkan dirinya
Ya... dia yang memanah aku
Andai panahnya tak secepat itu
Aku masih bisa mengelak
Ya... panahnya melesat cepat
Mendekati 300 km/jam

Dia lahir di ujung sana
Sebuah negeri dekat puncak tertinggi
Sebuah negeri dengan kandungan AU tertinggi
Sebuah negeri dengan dataran hijau
Sebuah negeri dengan burung terindah
Sebuah negeri yang tak pernah ku singgahi
Sebuah negeri dengan banyak pelangi



Kini Racunnya hampir menguasai tubuhku
Setelah panah kedua
Yang mengenai bagian bawah wajahku

Yang tak akan bisa kulupakan.


5 komentar:

  1. Dah jago bikin puisi nih :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejak kapan gw ngangkat murid?

      "Murid yang Terbuang" >> Segera hadir di layar kaca kesayangan Anda.

      Hapus

Disarankan meninggalkan jejak sebelum meninggalkan blog saya. agar terjalin silaturahim.
d(^_^)b

NB : Harap tinggalkan nama, setidaknya nama panggilan.